Mahasiswa sering kali dihadapkan pada rutinitas kuliah yang padat, namun ikut serta dalam lomba dapat menjadi peluang emas untuk mengembangkan diri. Lomba-lomba seperti kompetisi akademik, olahraga, seni, atau kewirausahaan tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga membawa manfaat jangka panjang. Salah satu manfaat utama ikut lomba adalah pelatihan soft skill yang sulit didapat di kelas.
Mahasiswa belajar mengelola waktu, bekerja dalam tim, dan memimpin kelompok. Misalnya, dalam lomba debat atau proyek kelompok, peserta harus berkoordinasi, bernegosiasi, dan mengatasi konflik. Keterampilan ini tidak hanya berguna selama kuliah, tetapi juga di dunia kerja. Menurut survei dari World Economic Forum, soft skills seperti kreativitas dan kolaborasi menjadi prioritas utama bagi employer masa depan.
Selain itu, lomba memberikan kesempatan untuk menerapkan teori yang dipelajari di kampus ke situasi nyata. Seorang mahasiswa teknik yang ikut lomba robotik, misalnya, akan menghadapi tantangan teknis yang memaksa mereka berinovasi. Ini meningkatkan pemahaman mendalam tentang materi kuliah dan membangun portofolio yang kuat.

Banyak mahasiswa melaporkan bahwa pengalaman ini membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan profesional, karena lomba sering kali mensimulasikan skenario dunia nyata. Ikut lomba juga membuka pintu untuk bertemu dengan mahasiswa dari universitas lain, mentor, dan profesional. Acara seperti kompetisi nasional atau internasional memfasilitasi interaksi yang dapat menghasilkan kolaborasi masa depan atau bahkan tawaran kerja. Networking ini penting di era digital saat ini, di mana koneksi sering kali menentukan kesuksesan karir. Banyak alumni sukses mengakui bahwa lomba-lomba awal mereka menjadi titik awal untuk membangun hubungan yang berharga.
Prestasi dalam lomba memberikan rasa pencapaian yang signifikan, yang dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri. Menang atau bahkan hanya berpartisipasi aktif dapat mengubah pandangan mahasiswa tentang kemampuan mereka. Ini juga membantu mengatasi rasa takut gagal, karena lomba mengajarkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Psikolog pendidikan menekankan bahwa pengalaman positif seperti ini membangun resiliensi, yang penting untuk menjalani kehidupan mahasiswa yang penuh tekanan. Lomba sering kali memberikan sertifikat, penghargaan, atau bahkan beasiswa yang dapat memperkaya CV mahasiswa. Employer melihat partisipasi dalam lomba sebagai bukti inisiatif dan kemampuan. Misalnya, mahasiswa yang menang lomba kewirausahaan mungkin lebih mudah mendapatkan investor atau pekerjaan di startup. Di tingkat akademik, prestasi ini dapat meningkatkan nilai IPK atau membuka pintu untuk program pertukaran mahasiswa.
Ikut lomba bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan investasi jangka panjang untuk pengembangan diri mahasiswa. Dari pengembangan keterampilan hingga pembangunan jaringan, manfaatnya melampaui ruang kuliah dan mempersiapkan mahasiswa untuk sukses di masa depan. Jika kamu mahasiswa, jangan ragu untuk mencoba lomba yang sesuai dengan minatmu mulai dari yang kecil di kampus hingga yang berskala nasional. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang lebih kompeten dan percaya diri.
Penulis: M Adil Adzkia Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta




